CEK FAKTA: Temukan Kejadian Menakjubkan di Malam Lailatul Qadar, Profesor Ini Langsung Mantap Mualaf

Disebutkan bahwa sang profesor adalah ilmuwan mantan pegawai NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat.

Samarpita Karmacari
Kamis, 20 April 2023 | 08:57 WIB
CEK FAKTA: Temukan Kejadian Menakjubkan di Malam Lailatul Qadar, Profesor Ini Langsung Mantap Mualaf
Tampilan galaksi menggunakan Teleskop Luar angkasa James Webb (NASA / ESA / Webb / AFP)

Disebutkan bahwa sang profesor adalah ilmuwan mantan pegawai NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat.

Adanya malam lailatul qadar yang menjadi bagian dari bulan Ramadan dalam ajaran Islam, telah mendorong seseorang berlatar belakang ilmuwan untuk memeluk agama ini.

Dikutip dari SuaraSemarang.id, sebuah video dari akun bernama Pustaka Terakhir baru saja diunggah menyatakan hal ini. Yaitu seorang profesor menjadi mualaf atau masuk Islam karena fenomena malam lailatul qadar.

Narasinya, seorang ilmuwan asal Mesir, Dr Abdul Basit Muhammad menuturkan bahwa ia mendapatkan penjelasan dari Profesor Alfred Korner, seorang profesor mantan Ilmuwan NASA (National Aeronautics and Space Administration atau Badan Aeronautika Nasional Amerika Serikat) tentang penemuan kejadian yang luar biasa pada malam lailatul qadar.

Yaitu, ada satu malam pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan yang menurutnya sangat berbeda dibandingkan malam-malam biasanya. Ia mengatakan malam itu penuh dengan keanehan,  di mana 10 ribu bintang dan lebih dari 20 ribu meteor yang biasanya menabrak atmosfer Bumi tiba-tiba berhenti.

Kemudian pada pagi harinya, ia menemukan Matahari bersinar sangat cerah. Anehnya, tidak mengeluarkan radiasi cahaya sedikit pun. Kejadian ini membuatnya terpukau hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk Islam.

PENJELASAN

Fenomena alam atau galaksi seperti disebutkan dalam narasi video belum pernah diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah oleh NASA sebagai sumber resmi. Juga tidak ada penjelasan dari ilmuwan terkait tentang keputusan pribadinya.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan Amerika Serikat dalam bentuk mandiri, kelompok,  maupun kerja sama antara lain bersama European Space Agency (ESA) didokumentasikan dan diberitakan kepada umum secara global melalui situs resmi. Demikian pula karya dan kegiatan para ilmuwan atau peneliti, antara lain yang berlangsung di Stasiun Angkasa Luar atau International Space Station (ISS).

Tentang Matahari tanpa radiasi, situs NASA menyatakan, "Sekitar 40 persen radiasi matahari yang diterima di permukaan bumi pada hari cerah merupakan radiasi tampak dalam rentang spektral 0,4 hingga 0,7 μm, sedangkan 51 persen merupakan radiasi infra merah di wilayah spektral 0,7 hingga 4 μm. Total radiasi yang dipancarkan matahari dalam satuan waktu praktis tetap konstan."

KESIMPULAN

Video tidak menyampaikan data dari sumber terverifikasi, sehingga masuk dalam kategori hoax.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].

Baca Juga:CEK FAKTA: Raffi Ahmad Ogah Dijebloskan Sendirian, Seret Sahabat Jokowi dalam Kasus Pencucian Uang

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak