Terbongkar! Koalisi Anies Baswedan Tak Kunjung Deklarasi Diduga Akibat NasDem 'Mbalelo' Sejak Awal

'Kau yang menusuk, kau pula yang bikin tahlil,' celetuk Zulfan Lindan, menanggapi Partai NasDem yang sejak awal membuat manuver politik sendiri lalu sekarang seolah mencoba cuci tangan.

Maya
Kamis, 19 Januari 2023 | 12:29 WIB
Terbongkar! Koalisi Anies Baswedan Tak Kunjung Deklarasi Diduga Akibat NasDem 'Mbalelo' Sejak Awal
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Bacapres Anies Baswedan di acara HUT Partai NasDem. (Suara.com/Novian)

Pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan terus menjadi bahan pembicaraan.

Pasalnya pertemuan tersebut diduga untuk membatalkan pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem tanpa membuat partai itu terkesan sangat bersalah.

Salah satu yang mengemukakan pendapat ini adalah eks elite Partai NasDem Zulfan Lindan di kanal YouTube Total Politik.

Zulfan menilai Paloh sekarang mulai meragukan keputusannya mencapreskan Anies karena tak kunjung ada deklarasi dengan partai koalisinya, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Baca Juga:Ramai Soal Tuntutan 5 Terdakwa di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Jampidum: Ini Kewenangan Kami

"Sekarang dia lihat kok tampaknya tambah jauh ini menjadi capres, ada pertemuan Demokrat dengan Gerindra, kemungkinan PKS dengan begitu, ini jaraknya semakin jauh dengan NasDem. Kemungkinan-kemungkinan ini membuat dia semakin ragu dengan pencapresan Anies," kata Zulfan, dikutip pada Kamis (19/1/2023).

Namun perkara deklarasi Koalisi Perubahan yang tidak kunjung terjadi ini diduga juga akibat dari sikap plin-plan Partai NasDem sejak awal.

"Sebenarnya kan kalau dari awal, kita putuskan kita koalisi, kan kita jelas cuma bertiga, ya sudah ambil AHY saja sebagai itu (cawapres), supaya ini clear. PKS tinggal dibicarakan," ungkap Zulfan.

Rupanya dahulu Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS sudah sempat merencanakan untuk deklarasi bersama Koalisi Perubahan pada 10 November 2022.

"Itu harusnya tiga-tiga partai. Tapi tiba-tiba diambil kan tanggal 3 Oktober, hanya NasDem sendiri. Nah, sekarang kan begini akhirnya," terang Zulfan.

Baca Juga:Ridwan Kamil Resmi Gabung Golkar Jelang Pemilu 2024, Cari Dukungan Suara Terbanyak dari Jabar

"Kau yang menusuk, kau pula yang bikin tahlil," seloroh Zulfan melanjutkan.

Karena itulah, Zulfan menduga pada akhirnya pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem akan menjadi "proyek mangkrak" Paloh. Pada akhirnya manuver politik seperti ini hanya akan menjadikan Anies sebagai korban.

"Yang kasihan Anies ya. Kasihan lah Anies, Anda bayangkan saja sudah begitu semangat keliling daerah. Bukan Anies saja, kader NasDem juga kecewa," ucap Zulfan.

REKOMENDASI

BERITA TERKAIT

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak