Naskah Kuno Bantu Masyarakat Pahami Sejarah dan Sejarah

Hasil pelestarian naskah kuno di Perpusnas total berjumlah 8.634 naskah, meliputi alih media naskah kuno (manuskrip) ke bentuk digital sebanyak 3.886, konservasi preventif dengan kotak manuskrip 4.200, konservatif kuratif naskah kertas ada 273, dan konservatif kuratif naskah lontar 275.

Oki Hajiansyah Wahab
Rabu, 21 September 2022 | 08:04 WIB
Naskah Kuno Bantu Masyarakat Pahami Sejarah dan Sejarah
Ilustrasi naskah kuno. (Shutterstock)

Metro, Suara.com- Pelestarian naskah kuno sebagai hasil pemikiran para leluhur dalam membangun peradaban bangsa dapat membantu masyarakat  memahami rekam jejak budaya bangsa yang berisikan ragam budaya bernilai tinggi dan kejayaan masa lampau.

hal tersebut  disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, saat memberikan sambutan pada kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 yang diselenggarakan secara hibrida, Senin (19/9/2022).

“Pengetahuan yang terkandung di dalam naskah kuno sangat penting dan dapat dipakai untuk memenangkan kehidupan,” ucapnya.

Syarif Bando juga mengatakan sebagai institusi peradaban yang menjadi simbol negara Republik Indonesia, perpustakaan mengemban tugas untuk menjelaskan kepada dunia tentang ragam ajaran mengenai tatanan sosial kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Baca Juga:Balai Litbang Keagamaan Semarang Luncurkan Repositori Warisan Naskah Nusantara

“Tugas utama kita adalah bagaimana mengangkat nilai-nilai wisdom yang ada di dalam manuskrip,” jelasnya.

Perpusnas sendiri  telah membuat buku Pedoman/NSPK/Petunjuk Teknis tentang pelestarian naskah kuno yang dapat diakses pada laman Pusat Preservasi Bahan Pustaka Perpusnas. Buku-buku tersebut dapat diterapkan atau diaplikasikan oleh semua penyelenggara perpustakaan di daerah.

“Sehingga bagaimana cara melakukan pelestarian sudah bisa dilihat di sini. Selain buku, kita juga buatkan tutorial dalam bentuk video misalnya proses laminasi, menambal buku dan sebagainya,” ungkapnya.

Kegiatan Ekspose Pelestarian Naskah Kuno Nusantara Tahun 2022 merupakan salah satu upaya yang dilakukan Perpusnas dalam menyadarkan kita semua akan keberadaan naskah kuno sebagai dokumen sejarah peradaban bangsa Indonesia.

Adapun hasil pencapaian pelestarian naskah kuno yang telah dilakukan Perpusnas berjumlah 5.261 naskah daerah, terhitung tahun 2007 hingga 2022. Sementara untuk pelestarian informasi (isi) karya rekam antara lain kurasi digital sebanyak 1.000 judul, replikasi koleksi CD deposit sebanyak 1.000 keping, konversi dari format SWF ke Pdf sebanyak 2.001 keping, konversi dari microfilm ke digital sebanyak 793 roll, dan konversi alih media audio sebanyak 3.657 kaset.

Kegiatan alih aksara dan alih bahasa naskah kuno dari tahun 1993 hingga 2021 terdiri dari alih aksara 188 naskah, alih bahasa 146 naskah, saduran 30 naskah, kajian 45 naskah, dan salin ulang 7 naskah.

Hasil pelestarian naskah kuno di Perpusnas total berjumlah 8.634 naskah, meliputi alih media naskah kuno (manuskrip) ke bentuk digital ada 3.886, konservasi preventif dengan kotak manuskrip ada 4.200, konservatif kuratif naskah kertas ada 273, dan konservatif kuratif naskah lontar ada 275.

Sementara itu Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami di kesempatan yang sama juga berpendapat bahwa naskah kuno adalah bagian dari artefak pengetahuan yang terhimpun dalam dokumen kebudayaan. Dengan kata lain, naskah kuno adalah cerminan dari pencapaian tinggi karya kognitif sebuah bangsa.

“Himpunan naskah kuno itu mengandung ilmu pengetahuan yang sangat kaya dan sangat valid jika dikatakan bahwa sesungguhnya ini adalah bagian dari capaian pengetahuan tinggi sebuah bangsa,” kata Amich.

Dia juga menegaskan naskah kuno memiliki porsi yang sama pentingnya dengan isu pembangunan lain. Hal tersebut dikarenakan naskah kuno menjadi bagian yang sangat sentral dalam cakupan pembangunan kebudayaan.

Di sisi lain, Guru Besar Filolog FAH UIN Jakarta, Oman Fathurahman menjelaskan ekosistem dunia pernaskahan nusantara terdiri dari 7 (tujuh) aspek diantaranya (1) regulasi dan kebijakan, (2) pemilik manuskrip, (3) media publikasi, advokasi, (4) konservasi, restorasi, digitalisasi, (5) jejaring global, (6) database berbasis Big Data, dan (7) SDM unggul berkualifikasi. Ketujuh aspek tersebut harus berjalan beriringan agar pelestarian naskah dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

“Jadi jangan berharap pelestarian naskah itu akan berhasil kalau ada satu mata rantai yang tidak berjalan.  Karena yang namanya ekosistem itu kan mata rantai, kalau satu saja lumpuh tidak akan bisa,” paparnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas, Ahmad Masykuri, menerangkan dalam upaya pelestarian naskah kuno, Perpusnas sudah melakukan kewajibannya sebagai pembina dan di dalam fungsinya sebagai pelestari naskah kuno untuk meningkatkan kecerdasan dan kebudayaan bangsa.

Menurutnya, alasan untuk melestarikan naskah kuno ada 8 (delapan) yakni (1) penyelamatan peradaban dan budaya bangsa, (2) keberadaan naskah kuno tersebar di masyarakat belum terdata dengan baik, (3) kondisi alam dan letak geografis, (4) kesadaran masyarakat untuk melestarikan naskah masih kurang, (5) pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pustakawan dalam melestarikan naskah belum memadai, (6) adanya tuntutan masyarakat ketersediaan koleksi naskah, (7) media penyimpanan informasi tentang naskah memiliki keterbatasan, dan (8) menjamin informasi yang tersimpan tetap bisa diakses sesuai perkembangan TIK dan kebutuhan kekinian.

Sejarah & Budaya

Terkini

Pahlawan Digital UMKM tahun ini didukung penuh oleh GoTo, BRI, Telkomsel, Grab, dan VIDA.

Komunitas | 08:00 WIB

Kementerian Tenaga Kerja harus memonitor dan mengaudit perusahaan rintisan lainnya dengan memastikan kondisi para pekerja dan masa depannya. Ini harus jadi perhatian khusus karena terjadinya PHK di perusahaan rintisan ini terjadi secara beruntun

News | 00:13 WIB

Lewat terjalinnya kerja sama bilateral Indonesia-Inggris selama 70 tahun itu, tuturnya, dengan hadirnya Peta Jalan Kemitraan Indonesia-Inggris untuk tahun 20222024 bisa membawa perubahan konkret bagi kedua negara

News | 00:10 WIB

Kesepuluh merk tersebut nantinya akan diikutsertakan dan diperkenalkan pada Main Event Kopi Lampung Begawi 2022, 8-9 Oktober mendatang di Jakarta

Komunitas | 00:05 WIB

Warga sempat membantu korban bernama Zulfakar (41), namun korban meninggal sebelum sampai ke rumah sakit.

News | 18:49 WIB

Kemnaker telah memulai program pembangunan BLK Komunitas sejak 2017.

Komunitas | 18:02 WIB

Puan berharap peristiwa ini tidak akan terulang lagi. Ia juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan sepakbola beserta seluruh prosedur pengamanannya.

News | 17:57 WIB

Kegiatan ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi diri orang tua atau pengasuh, bagi anak penyandang disabilitas, lingkungan pendidikan luar biasa, lingkungan masyarakat, serta bagi pemerintah daerah.

Komunitas | 17:52 WIB

Penebaran benih ikan khas daerah merupakan upaya pemulihan sumber daya ikan yang sudah mulai punah terutama ikan khas daerah seperti Belida, Jelabat, dan Baung.

News | 14:43 WIB

Kesembilan nama Calon Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terpilih periode 2022-2027 tersebut adalah Abdul Haris Semendawai, Anis Hidayah, Atnike Nova Sigiro, Hari Kurniawan, Prabianto Mukti Wibowo, Pramono Ubaid Tanthowi, Putu Elvina, Saurlin P. Siagian dan Uli Parulian Sihombing

News | 14:37 WIB

Susi Pudjiastuti turut ikut bersuara soal konten Baim Wong yang prank polisi tentang KDRT.

Metropolitan | 08:20 WIB

'Polisi punya alasan juga kemudian menggunakan gas air mata untuk menghalau tindakan anarkis sebagian suporter Aremania itu,' ucap Polri.

Metropolitan | 19:06 WIB

'Ada yang kena kepala belakang, mulai sakaratul maut sampai dia meninggal ada di bopongan tangan saya,' ucap Dadang Indarto, salah seorang Aremania yang selamat.

Metropolitan | 17:49 WIB

Saat melakukan roasting, Mamat dinilai memakai kata tidak pantas dan membuat Hillary merasa namanya dicemarkan.

Metropolitan | 17:32 WIB

Soal tragedi Kanjuruhan, Ade Armando yang menuding Aremania jadi biang kerok disindir balik oleh Bintang Emon.

Metropolitan | 14:01 WIB

Rey Mbayang mengklarifikasi isu tentang istrinya, Dinda Hauw, melakukan operasi hidung.

Gosip | 10:19 WIB

Kondisi Lesti Kejora ini diungkap langsung oleh King Nassar.

Gosip | 10:15 WIB

Perselingkuhan mengakibatkan perceraian dalam sebuah rumah tangga.

Gosip | 10:14 WIB

Mereka pun ramai didoakan balikan.

Gosip | 10:03 WIB

Ada chemistry kuat tapi mereka tak terlibat cinta lokasi.

Gosip | 09:50 WIB
Tampilkan lebih banyak