Festival Generasi Pancasila Lahirkan Generasi Muda yang Bangga Punya Pancasila

Lewat Festival Generasi Pancasila, Kemendikbudristek telah memperingati Hari Lahir Pancasila, Hari Anak Nasional, dan Hari Keluarga Nasional dengan menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini guna mewujudkan generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter.

Oki Hajiansyah Wahab
Selasa, 05 Juli 2022 | 23:04 WIB
Festival Generasi Pancasila Lahirkan Generasi Muda yang Bangga Punya Pancasila
Kemendikbudristek

Metro, Suara.com- Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Festival Generasi Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Hari Keluarga Nasional (Harganas), dan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2022, 

Kegiatan yang mengangkat tema “Pelajar Pancasila Bangga Punya Pancasila” tersebut dikemas dengan variatif dan menarik untuk audiens peserta didik dan orang tua. Peringatan tiga hari besar nasional tersebut telah diselenggarakan oleh Puspeka sejak Juni 2022 secara hibrida dan melibatkan peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, sampai SMA/SMK.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim berharap generasi muda di Indonesia tidak hanya mengetahui enam profil Pelajar Pancasila, tetapi mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sepanjang waktu, sepanjang hayat. “Saya tidak ingin adik-adik cuma bisa menghafal Pancasila, karena yang lebih penting adalah adik-adik paham mengapa penting sekali bagi kita untuk memiliki dan menerapkan semua profil itu, serta menjadi Pelajar Pancasila,” tutur Menteri Nadiem dalam sambutannya pada puncak acara Festival Generasi Pancasila, secara daring pada Selasa (5/7).

Menteri Nadiem mengingatkan kembali enam nilai yang membangun Profil Pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; serta kreatif.  

Baca Juga:UPSK Dinsos Lampung Terus Upayakan Pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas

Lebih lanjut, Mendikburistek berharap bahwa keenam profil Pelajar Pancasila dapat menjadi bekal semua generasi muda untuk menggapai cita-cita di masa depan, sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Oleh karena itu, Nadiem berpesan agar anak-anak Indonesia terus bersemangat untuk belajar dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebab kecerdasan akademik yang dipadukan dengan karakter yang kuat itulah yang akan membantu adik-adik melangkah ke masa depan dan menghadapi semua tantangan. Dengan menjadi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter, saya yakin adik-adik akan mampu melewati semuanya,” ucap Mendikbudristek, optimistis.

Menguatkan pernyataan Menteri Nadiem, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbudristek Franka Makarim menjelaskan perlunya generasi muda untuk memiliki jiwa Pelajar Pancasila. Ia menuturkan bahwa keenam profil Pelajar Pancasila merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan, sehingga untuk menjadi Pelajar Pancasila dan menggapai cita-cita, anak-anak perlu memiliki dan mengembangkan keenam profil tersebut.

“Semoga semangat dalam menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila akan terus terjaga sehingga adik-adik terus berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Selalu ingat bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin selama kita menjadi Pelajar Pancasila,” ucapnya memotivasi.

Menutup pesannya kepada para audiens Festival Generasi Pancasila, Franka Makarim berharap generasi penerus bangsa dapat belajar dengan baik ketika masih sekolah dan menjadi sosok yang sukses di masa depan. “Dengan menjadi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter, tidak ada cita-cita yang tidak mungkin, tidak ada mimpi yang tidak bisa digapai. Terus semangat untuk kalian semua,” tutupnya.

Baca Juga:Migrant Care Usulkan TPPO Masuk Kurikulum Sekolah

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, juga berpesan kepada para pelajar untuk menggali potensi dari minat dan ketertarikan masing-masing. “Apa yang diminati, apa yang disukai, pelajari, dalami ilmunya lebih dalam lagi. Didasari dengan rasa suka, kita akan menikmati proses belajarnya dan menjadi bahagia ketika mengerjakan itu. Sehingga apa yang kita cita-citakan pun bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspeka Hendarman dalam laporannya menyatakan antusias peserta didik mengikuti puncak acara Festival Generasi Pancasila. Tercatat, total peserta yang mengikuti festival ini untuk anak usia 2 s.d. 8 tahun sebanyak 759 orang, usia 9 s.d. 13 tahun sebanyak 945 orang, dan anak usia 14 s.d. 18 tahun sebanyak 855 orang.

Hendarman juga menyampaikan, Festival Generasi Pancasila bertujuan untuk menyebarluaskan dan memperdalam pemahaman peserta didik jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan keluarga tentang profil Pelajar Pancasila. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendorong implementasi penguatan karakter berbasis profil Pelajar Pancasila kepada lebih dari 2.500 audiens yang terdiri dari peserta didik jenjang PAUD hingga SMA/SMK serta orang tua dan keluarga di seluruh Indonesia.

Rangkaian Kegiatan Festival Generasi Pancasila

Sebagai rangkaian kegiatan Festival Generasi Pancasila 2022, Puspeka menggelar kegiatan Kreasi Generasi Pancasila melalui pembuatan karya seni mural di enam kota yang meliputi Bali, Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya. Selain itu, Puspeka juga menyelenggarakan lomba kreasi mewarnai untuk anak-anak dan lomba Post Story Instagram (IG Story) dengan tema “Generasi Pancasila” pada 8 s.d. 26 Juni 2022.

Pada puncak acara Festival Generasi Pancasila, Puspeka menghadirkan seri kelas daring dengan tiga segmentasi usia. Kelas pertama adalah Kelas Generasi Dongeng dengan peserta anak usia dua sampai delapan tahun bersama Kak Iwan, pendongeng dan pemerhati dunia anak, dan psikolog Ayoe Sutomo.

Selanjutnya, kelas kedua adalah Kelas Generasi Kreatif untuk peserta usia 9 s.d. 13 tahun dengan pemateri Stella Nau,  Pendiri NTT Muda. Kelas ketiga yaitu Kelas Generasi Mandiri untuk peserta usia 14 s.d. 18 tahun bersama pendiri akun kegelisahART, Made Pandhu.

Tak hanya sampai di situ, pada puncak acara Puspeka juga menyelenggarakan gelar wicara yang membahas kegigihan tokoh-tokoh inspiratif di Kemendikbudristek dalam menggapai cita-cita dan mimpinya. Gelar wicara yang mengusung tajuk “Tidak Ada Mimpi yang Tidak Mungkin” tersebut menghadirkan Penasihat DWP Kemendikbudristek Franka Makarim dan Sesjen Kemendikbudristek, Suharti.

Pada kesempatan yang sama, Puspeka juga mengumumkan 67 karya terbaik dari lomba kreasi mewarnai dan Post IG Story. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi Kemendikbudristek atas upaya generasi muda dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna menjadi sosok Pelajar Pancasila.

Lewat Festival Generasi Pancasila, Kemendikbudristek telah memperingati Hari Lahir Pancasila, Hari Anak Nasional, dan Hari Keluarga Nasional dengan menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini guna mewujudkan generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter.

Sejarah & Budaya

Terkini

PKB antara Manajemen dan SP Bank BTN sebagai bentuk dari perwujudan kesamaan pandang yang menjadi modal bertemunya kepentingan pekerja dengan kepentingan manajemen

News | 00:03 WIB

Sejak tahun 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika menginisiasi kompetisi Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) sebagai bentuk apresiasi bagi para insan pers di seluruh tanah air.

Komunitas | 00:03 WIB

Agar konstitusi bisa menjadi landasan kebangkitan ekonomi pasca pandemi, maka regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusian, serta ditopang dengan fungsi penjaga ketertiban

News | 00:01 WIB

Seperti pada tahun sebelumnya, J&T Express memberikan program gratis ongkir yang serupa pada momen hari kemerdekaan Indonesia.

Komunitas | 20:33 WIB

QRIS memang mempermudah pembayaran yang dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan QRIS pun seharusnya sudah dilakukan juga oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komunitas | 20:28 WIB

Suhartono mengungkapkan saat ini jumlah Pengantar Kerja Nasional mencapai 1.051 orang.

Komunitas | 20:21 WIB

Data menunjukkan bahwa persentase perempuan yang bekerja di sektor informal khususnya pada UMKM sangatlah besar

News | 20:17 WIB

Kemendikbudristek sendiri telah meluncurkan 21 episode Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar merupakan Mereka Belajar episode ke-15.

Pendidikan | 20:09 WIB

Revolusi Putih adalah gerakan meningkatkan konsumsi susu terutama bagi anak dan remaja agar terjadi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Komunitas | 19:13 WIB

Digitalisasi perdagangan yang dilakukan di pasar rakyat dan pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan perekonomian di daerah dan meningkatkan omzet pedagang pasar.

News | 16:27 WIB

Literasi keuangan adalah salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi dengan lebih cerdas dan berkesinambungan.

Komunitas | 16:18 WIB

Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juli 2022 juga terindikasi tumbuh positif meski melambat dari bulan sebelumnya, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 54,6%.

News | 16:13 WIB

Presiden Jokowi juga meminta agar para pejabat pemerintah tidak bisa bekerja dengan hanya melihat angka makro saja, namun juga harus dilihat detail mikronya.

News | 15:53 WIB

Tema uang kertas rupiah tahun emisi 2022 yaitu keragaman budaya dan kekayaan bangsa yang menyatu dalam simbol satu kedaulatan makna bagi persatuan Indonesia dan bentuk sepahamnya seluruh nusantara

News | 13:22 WIB

Rangkaian peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di perbatasan RI - Papua New Guinea ini juga dimeriahkan dengan acara jalan santai dan senam bersama, serta berbagai lomba olahraga dan permainan rakyat.

News | 13:13 WIB
Tampilkan lebih banyak