Insentif bagi Rumah Produksi untuk Syuting di Destinasi Tanah Air Dikaji Kemenparekraf

Pembahasan juga akan melibatkan pihak-pihak lain seperti Badan Perfilman Indonesia melalui Komisi Film Daerah yang selama ini terus mempromosikan Indonesia untuk menjadi lokasi syuting

Oki Hajiansyah Wahab
Selasa, 05 Juli 2022 | 15:58 WIB
Insentif bagi Rumah Produksi untuk Syuting di Destinasi Tanah Air Dikaji Kemenparekraf
Kemenparekraf

Metro, Suara.com-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengkaji insentif yang dapat diberikan bagi rumah produksi untuk melakukan syuting di berbagai destinasi tanah air yang akan memberikan dampak luas bagi kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kemenkomarves, bahwa harus ada peraturan dan regulasi untuk pemberian insentif kepada PH (Production House) baik lokal maupun dari asing, terutama yang membawa kru banyak dan berdampak positif terhadap ekonomi untuk melakukan syuting di Indonesia," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam "Weekly Press Briefing" yang berlangsung secara hybrid di Gedung Sapta Pesona, Senin (4/7/2022). 

Ia mengatakan nantinya pembahasan juga akan melibatkan pihak-pihak lain seperti Badan Perfilman Indonesia melalui Komisi Film Daerah yang selama ini terus mempromosikan Indonesia untuk menjadi lokasi syuting. 

"Dan juga konsultan dan seluruh ekosistem yang terlibat. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan satu rumah produksi untuk syuting di satu lokasi, terutama terkait dengan efisiensi biaya produksi dan kepastian perizinan. Karena banyak yang mengeluh juga, jangankan PH asing, produser lokal juga banyak yang mengeluh karena harus keluar biaya pengamanan, biaya ketertiban, biaya kebersihan, dan lain sebagainya. Akhirnya semua menumpuk dan mengakibatkan biaya yang tinggi untuk syuting film di suatu lokasi," kata Sandiaga. 

Baca Juga:Buka Tabungan BNI Kini Tak Perlu Ke Bank, Cukup Ke RIS Metro

Padahal menurutnya kekuatan film sebagai salah satu sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif sangat tinggi. Seperti film "Eat, Pray and Love" yang pada tahun 2010 mengambil lokasi syuting di Bali dan melibatkan aktor-aktris tanah air. Film yang dibintangi Julia Roberts itu kemudian tayang di seluruh dunia dan menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi Bali. 

"Dampaknya kunjungan ke Bali khususnya kawasan Ubud meningkat tajam, terutama berkaitan dengan gastronomi karena di situlah ada Ubud Food Festival ke depan. Juga film 'Ngeri-Ngeri Sedap' yang syuting di Danau Toba, itu sangat luar biasa dampaknya terhadap pariwisata," kata Menparekraf Sandiaga.  

"Saya harapkan ini yang bisa kita tindak lanjuti dengan langkah kolaborasi agar lebih banyak lagi film-film dunia, kelas internasional bisa datang ke sini karena akan bisa jadi sebuah ajang promosi untuk produk pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia," ujar Sandiaga. 

Terkait film "Ticket to Paradise" yang belakangan viral karena dalam ceritanya mengangkat latar Bali namun tidak mengambil lokasi syuting di Pulau Dewata, Menparekraf mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya telah mendapatkan komunikasi dari rumah produksi film tersebut yang meminta dukungan fasilitasi. Namun saat itu, dikatakan Sandiaga, kondisi COVID-19 terutama di Bali masih dalam tahap PPKM tinggi. Sehingga tidak memungkinkan untuk mengambil kegiatan syuting film di beberapa lokasi karena kekhawatiran akan penyebaran COVID-19. 

"Permintaan berkaitan dengan insentif dan lain sebagainya yang sebetulnya dimungkinkan tapi butuh pembahasan yang lebih dalam lintas kementerian/lembaga. Oleh karena itu, saat itu saya sampaikan kalau memfasilitasi dari segi visa, kemudahan dari segi perizinan syuting kami sanggup, tapi karena (kondisi) COVID-19, kami harus patuh terhadap keputusan Satgas,"pungkas Sandiaga. 

Baca Juga:Ikuti Rakor Gernas BBI, Pemprov Lampung Tempati Posisi 10 Penyelenggara Katalog Lokal

Komunitas

Terkini

Sanur Village Festival adalah acara musik tahunan yang sudah dilangsungkan sejak tahun 2006. Tahun ini, Sanur Village Festival berlangsung selama lima hari pada 17 - 21 Agustus 2022.

Sejarah & Budaya | 19:53 WIB

Indonesia Bertutur 2022 yang mengusung tema Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan hadir sebagai wadah untuk menjaga budaya secara berkelanjutan.

Sejarah & Budaya | 19:47 WIB

Lewat penerapan aplikasi Srikandi ini, maka proses administrasi tidak terbatas jarak dan waktu. Artinya, di mana pun dan kapan pun, proses administrasi dapat dilakukan

Pendidikan | 19:42 WIB

Penelitian McKinsey & Company tahun 2019, memperkirakan teknologi otomasi akan menghasilkan 4 hingga 23 juta pekerjaan di tahun 2030

News | 19:28 WIB

Zakat adalah potensi umat Islam yang cukup besar. Potensi tersebut apabila dikelola secara baik dan optimal akan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat

News | 19:19 WIB

Sistem penjenjangan LPQ ini bisa mengadopsi dari pendidikan Al-Quran di Mesir dimana pendidikan Al-Quran sudah memiliki jenjang resmi.

Pendidikan | 15:01 WIB

Tahun depan diharapkan kuota Indonesia kembali normal pada kisaran 204 ribu jemaah.

News | 14:03 WIB

Ikhtiar meningkatkan mutu madrasah terus dilakukan secara komprehensif. Selain mutu pembelajaran, peningkatan juga perlu dilakukan pada tata kelola data dan perencanaan.

Pendidikan | 14:00 WIB

Dunia tengah memasuki masa transisi yang didorong oleh revolusi industri 4.0 atau era digitalisasi. Era ini akan berdampak terhadap hilangnya sejumlah pekerjaan lama dan melahirkan sejumlah pekerjaan baru.

News | 12:08 WIB

Acara ini merupakan wujud komitmen Badan Bahasa dalam memberikan layanan kebahasaan dan kesastraan yang makin berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Pendidikan | 01:01 WIB

PKB antara Manajemen dan SP Bank BTN sebagai bentuk dari perwujudan kesamaan pandang yang menjadi modal bertemunya kepentingan pekerja dengan kepentingan manajemen

News | 00:03 WIB

Agar konstitusi bisa menjadi landasan kebangkitan ekonomi pasca pandemi, maka regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusian, serta ditopang dengan fungsi penjaga ketertiban

News | 00:01 WIB

QRIS memang mempermudah pembayaran yang dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan QRIS pun seharusnya sudah dilakukan juga oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komunitas | 20:28 WIB

Suhartono mengungkapkan saat ini jumlah Pengantar Kerja Nasional mencapai 1.051 orang.

Komunitas | 20:21 WIB

Data menunjukkan bahwa persentase perempuan yang bekerja di sektor informal khususnya pada UMKM sangatlah besar

News | 20:17 WIB
Tampilkan lebih banyak