Puspeka Kemendikbudristek Kampanye Bangga Punya Pancasila Lewat Media Digital

Kemendikbudristek bisa merambah media kampanyenya melalui aplikasi Tik Tok, Twitter, bahkan status Whatsapp yang umum digunakan oleh masyarakat awam

Oki Hajiansyah Wahab
Jum'at, 01 Juli 2022 | 13:57 WIB
Puspeka Kemendikbudristek Kampanye Bangga Punya Pancasila Lewat Media Digital
Kemendikbudristek

Metro, Suara.com-Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspeka Kemendikbudristek) menggelar kegiatan kampanye digital (Digital Campaign Activity). Kampanye ini bertujuan untuk mendorong rasa bangga generasi muda terhadap Pancasila.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Penguatan Karakter (Kapuspeka) Hendarman menjelaskan bahwa kampanye ini menyasar para pelajar pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi yang aktif menggunakan media digital. “Kami di Puspeka ingin memunculkan kecintaan, kebanggaan dengan Pancasila. Kami pilih kampanyenya digital karena ini adalah medium yang sangat dekat dengan generasi muda. Strategi ini dibuat untuk membangun perhatian yang melibatkan pelajar melalui aktivasi kreasi,” tuturnya dalam acara Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) “Pelajar Pancasila Bangga Punya Pancasila” yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI, Kamis (30/6).

Lebih lanjut Kapuspeka mengutip hasil penelitian dari We Are Social pada Februari 2022, rata-rata penggunaan internet per harinya usia 16-48 tahun adalah 8 jam 36 menit. Menurut Hendarman, sangat disayangkan kalau potensi ini tidak digunakan untuk hal positif salah satunya adalah untuk menambah kecintaan terhadap Indonesia. Kegiatan kampanye digital dalam bentuk aktivitas kreasi yang bertujuan untuk meningkatkan kontribusi generasi muda dalam memaknai nilai luhur Pancasila.

“Dengan cara yang menarik yakni menampilkan kemampuan artistik dan kreatif ini, harapannya generasi muda akan bersama-sama menjadi bagian dari kampanye. Dengan demikian, mereka bisa memahami nilai luhur Pancasila dan mampu melaksanakan peran dan tanggung jawabnya dalam menjunjung ideologi bangsa dan negara,” ujar Hendarman.

Baca Juga:Pelaku UMKM Harus Perkuat Inovasi dan Pahami Selera Pasar

“Biarkan anak-anak kita bertanya karena ini proses mereka bernalar kritis, berikan motivasi anak-anak untuk banyak mencoba bersama lingkungannya untuk memahami nilai gotong royong. Kita juga harus melihat situasi yang terjadi di luar negara kita (untuk belajar). Kita harus berakhlak mulia kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan negara. Kita dengan banyak coba jadi mandiri untuk berkarya. Proses yang komprehensif inilah yang mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang keberhasilannya akan sangat tergantung pada sinergi antartiga ekosistem pendidikan,” ditambahkan Kapuspeka.   

Gelaran Aktivasi Kreasi sudah dilakukan sejak tanggal 8-26 Juni 2022 yaitu aktivasi kreasi mewarnai jenjang PAUD hingga jenjang SD dan aktivasi kreasi coach story Instagram dengan menggunakan fitur  di Instagram untuk jenjang SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, dan masyarakat umum.

Praktisi komunikasi, Dian Aris Maulana menilai kampanye digital sebagai strategi yang tepat.

“Contohnya di Instagram yang saya lihat sangat mungkin anak-anak muda ini mengajak teman mereka untuk ikut acara tersebut atau berkampanye. Di Instagram banyak yang posting. Saya juga bagikan konten-konten positif tentang bangga terhadap Pancasila ke teman, keluarga dan tetangga saya,” jelasnya.

Aris Maulana menambahkan bahwa media sosial merupakan media yang efektif untuk berkampanye. “Saya mendukung karena kanalnya sangat pas dan audiensnya generasi muda. Ini salah satu indikator di mana kampanye sosial ini sukses. Saya harap ini bisa dilaksanakan secara kontinu, masif, dan kreatif lagi agar semakin banyak anak-anak muda di masa mendatang yang terlibat,” lanjut Aris.

Baca Juga:Pemkab Jayapura Kekurangan 514 Tenaga Pengajar

Ia juga menyarankan agar ke depannya Kemendikbudristek bisa merambah media kampanyenya melalui aplikasi Tik Tok, Twitter, bahkan status Whatsapp yang umum digunakan oleh masyarakat awam.

“Karena kanal-kanal tersebut sangat berpengaruh. Apalagi kalau kementerian juga mengoptimalkan kampanye secara luring tidak hanya daring, seperti lokakarya (workshop), seminar, dan kunjungan (roadshow) ke sekolah-sekolah,” sebutnya. Kegiatan secara luring dinilai Aris jika kampanye secara daring dan luring dioptimalkan maka pesan kampanye yang disampaikan akan lebih mengena di masyarakat.

“Karena jika di ingatan mereka (materi kampanye) sudah kuat tertanam di saat luring kita bisa dengan mudah untuk dekat dan merangkul mereka dan inilah yang mempermudah agar materi kampanye itu diterima secara masif oleh generasi muda,” pungkas Aris.

Pendidikan

Terkini

Sanur Village Festival adalah acara musik tahunan yang sudah dilangsungkan sejak tahun 2006. Tahun ini, Sanur Village Festival berlangsung selama lima hari pada 17 - 21 Agustus 2022.

Sejarah & Budaya | 19:53 WIB

Indonesia Bertutur 2022 yang mengusung tema Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan hadir sebagai wadah untuk menjaga budaya secara berkelanjutan.

Sejarah & Budaya | 19:47 WIB

Penelitian McKinsey & Company tahun 2019, memperkirakan teknologi otomasi akan menghasilkan 4 hingga 23 juta pekerjaan di tahun 2030

News | 19:28 WIB

Zakat adalah potensi umat Islam yang cukup besar. Potensi tersebut apabila dikelola secara baik dan optimal akan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat

News | 19:19 WIB

Tahun depan diharapkan kuota Indonesia kembali normal pada kisaran 204 ribu jemaah.

News | 14:03 WIB

Lewat kolaborasi yang kuat ia berharap target penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun ini dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024 dapat terwujud.

Komunitas | 12:15 WIB

Dunia tengah memasuki masa transisi yang didorong oleh revolusi industri 4.0 atau era digitalisasi. Era ini akan berdampak terhadap hilangnya sejumlah pekerjaan lama dan melahirkan sejumlah pekerjaan baru.

News | 12:08 WIB

Lewat katalog elektronik ini, dapat meningkatkan peran UKM dan koperasi serta mendorong pemanfaatan produk dalam negeri

Komunitas | 12:03 WIB

Ini selaras dengan program revitalisasi cagar budaya menuju cagar budaya yang edukatif, rekreatif dan berdampak ekonom

Komunitas | 10:15 WIB

PKB antara Manajemen dan SP Bank BTN sebagai bentuk dari perwujudan kesamaan pandang yang menjadi modal bertemunya kepentingan pekerja dengan kepentingan manajemen

News | 00:03 WIB

Sejak tahun 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika menginisiasi kompetisi Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) sebagai bentuk apresiasi bagi para insan pers di seluruh tanah air.

Komunitas | 00:03 WIB

Agar konstitusi bisa menjadi landasan kebangkitan ekonomi pasca pandemi, maka regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusian, serta ditopang dengan fungsi penjaga ketertiban

News | 00:01 WIB

Seperti pada tahun sebelumnya, J&T Express memberikan program gratis ongkir yang serupa pada momen hari kemerdekaan Indonesia.

Komunitas | 20:33 WIB

QRIS memang mempermudah pembayaran yang dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan QRIS pun seharusnya sudah dilakukan juga oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komunitas | 20:28 WIB

Suhartono mengungkapkan saat ini jumlah Pengantar Kerja Nasional mencapai 1.051 orang.

Komunitas | 20:21 WIB
Tampilkan lebih banyak